Benarkah Bekerja dari Rumah Membuat Hidup Lebih Bahagia?

Banyak tenagakerja produktif, terutama generasi milenial, mencari pekerjaan yang seimbang antara kehidupan profesional dengan pribadi. Mereka merasa pekerjaan idaman adalah kerja dengan waktu fleksibel (flextime) serta dapat dilakukan di mana saja, termasuk rumah. Menyadari tren itu, sejumlah perusahaan pun mulai mengakomodasi impian para pekerja. Kehadiran fisik tak lagi menjadi kewajiban utama, yang terpenting pekerjaan dapat terselesaikan baik. Lantas, betulkah bekerja dari rumah membuat hidup seseorang menjadi lebih bahagia? Atau, justru sebaliknya?

Seperti dikutip laman Remote.co, Rabu (23/9/2015), terungkap bahwa bekerja dari rumah merupakan hal baik bagi para karyawan. Kualitas hidup mereka diyakini meningkat setelah bekerja dari rumah. Dampak utama yang dirasakan adalah pengurangan tingkat stres. Ya, dengan bekerja dari rumah memungkinkan kondisi yang lebih tenang, senang, maupun nyaman. Hal yang mungkin sulit didapatkan ketika bekerja dalam kantor dengan banyak orang. Efek lain bekerja dari rumah adalah membaiknya tingkat kesehatan. Dengan bekerja di rumah sendiri, seseorang dapat bergerak lebih aktif dan leluasa. Termasuk, kebebasan mengontrol kondisi ruangan kerja, seperti suhu udara maupun kondisi cahaya.

Hal tersebut didukung pula oleh riset terkini dari Stanford School of Business, yang menyebutkan mayoritas pekerja dari rumah memiliki absen sakit lebih sedikit dari mereka yang bekerja di kantor. Lebih lanjut, seperti ditulis dalam artikel tersebut, bekerja dari rumah membuat seseorang lebih konsentrasi bekerja karena gangguan yang lebih sedikit. Maka dari itu, pekerjaan lebih cepat terselesaikan dan bisa menyisakan waktu produktif untuk urusan lainnya. Bekerja dari rumah juga diyakini menciptakan kehidupan yang seimbang antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Paling tidak, survei terbaru Telework Research Network mengonfirmasi hal tersebut. Telework Research Network mengatakan, sebanyak empat dari lima responden pekerja rumahan merasa hidup mereka seimbang antara kehidupan pribadi dengan profesional. Utamanya, tersedia waktu lebih banyak untuk keluarga. Lingkungan pekerjaan yang membuat seseorang lebih dekat dengan keluarga, tentu saja menggembirakan bagi mereka yang telah memiliki pasangan atau anak. Kemacetan yang menghabiskan waktu tak lagi jadi hambatan dengan bekerja dari rumah.

 

Menabung lebih banyak

Selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, keuntungan lain bekerja dari rumah adalah keuangan yang lebih terkontrol. Secara otomatis, pengeluaran Anda per bulannya dapat lebih sedikit dibandingkan saat harus bekerja di kantor. Pertama, Anda tak perlu mengeluarkan biaya transportasi atau parkir. Selain itu, Anda juga dapat menghemat biaya makan siang dengan mengonsumsi makanan di rumah.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Bekerja dari Rumah Membuat Hidup Lebih Bahagia?", https://lifestyle.kompas.com/read/2017/07/04/080000020/benarkah.bekerja.dari.rumah.membuat.hidup.lebih.bahagia.
Penulis : Haris Prahara