Tips Mengatasi Balita yang Rewel Dalam Makanan

Menurut penelitian, sebanyak 50% balita di seluruh dunia mengalami fase rewel dalam memilih makanan. Hal tersebut membuat orangtua cemas, khawatir anaknya tidak mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang. Cara mengatasinya memang tidaklah mudah, tapi ada beberapa poin yang perlu Mam perhatikan dalam pola makannya yang juga bisa berpengaruh ke psikologi perkembangan anak:

  1. Jangan menunda pemberian makanan dengan tekstur yang lebih padat  
    Hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor gangguan makan pada si Kecil di kemudian hari. Setelah anak mendapatkan MPASI di usia 6 bulan, Mam dapat secara perlahan memberikan makanan dengan tekstur yang lebih keras di tiap bulannya, seperti sayuran rebus maupun makanan yang dihancurkan hanya menggunakan garpu. Sehingga ketika bayi berusia 1 tahun, dia sudah mencerna berbagai tekstur, rasa dan jenis makanan. Jika tidak, si Kecil hanya akan terbiasa mengkonsumsi makanan lunak, sehingga akan menolak dan malas mengunyah jika diberikan makanan padat. 
  2. Orangtua juga rewel dalam memilih makanan 
    Menurut penelitian, sebanyak 22% anak yang rewel dalam makan memiliki orangtua yang juga pemilih makanan. Hal tersebut terjadi karena otak anak bekerja sangat cepat dalam merespon dan meniru tingkah laku lingkungan terdekatnya. Jangan-jangan perilaku makan yang tidak baik berasal dari orangtua sendiri. Berikan contoh yang baik dengan memakan berbagai jenis makanan yang bergizi di depan si Kecil. 
  3. Sesuaikan asupan makanan dengan aktifitasnya 
    Angka kecukupan makan si Kecil dapat dinilai dari chart gizi serta aktifitas sehari-harinya. Sangat memungkinkan terjadi meskipun dalam chart pertumbuhan, anak berada sedikit di bawah rata-rata namun dalam kegiatan sehari-harinya bergerak aktif, yang artinya anak tersebut cukup makan. Ketika anak harus beraktifitas lebih banyak dari biasanya, pastikan Mam menambahkan asupan makanannya, setelah membakar banyak kalori anak biasanya lebih mudah makan. 
  4. Tetap tenang ketika anak menolak makan
    Jangan sampai membuat Mam stress, karena hal tersebut dalam mempengaruhi psikologi perkembangan anak. Jika si Kecil menolak makan, cobalah untuk menjalankan beberapa trik yang mungkin saja dapat berhasil memancing nafsu makan anak, seperti: mengajak anak ikut memasak makanannya, menggunakan alat makan dengan gambar karakter kesukaannya sehingga menciptakan situasi makan yang menyenangkan, beri alternatif makanan lain jika anak menolak serta biarkan dia makan sendiri (walaupun pasti akan membuat meja dan kursi makannya berantakan).  Namun yang paling penting jangan memaksa serta mengancam si Kecil untuk makan. Alih-alih mau makan, justru anak akan merekam dalam memorinya bahwa makan adalah hal yang menakutkan. 

Jika berbagai cara sudah dilakukan namun anak tetap menolak makan, coba Mam perhatikan mungkin si Kecil sedang merasa sakit (di bagian mulut maupun pencernaan), sedang merasa lelah ataupun sedang marah. Hal-hal tersebut juga dapat menjadikan nafsu makan anak berkurang dratis. Jika perilaku makan tidak membaik untuk jangka waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter maupun ahli gizi anak ya Mam. Selamat Mencoba! 

Sumber: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/toddlers-and-fussy-eating